Langsung ke konten utama

Postingan

I ♡ me.

PROLOG Halo Sobat bloggers!      Liburan natal tahun ini, kalian pada kemana nih? Dirumah aja? SA-MA GUE  JU-GA. *kenalkah dengan nada ini* Daripada mati kutu karena bingung mau ngapain, mending baca post gue yang satu ini. *cieelah*     Oh ya post kali ini berbeda. Walau gue baru membaca 3/4 bab , jadi belum sampai 1 bab. #okesip. Gue mau share aja sih sama novel yang udah gue baca, yang judulnya I ♡ me. Hm, terdengar janggal ya, biasanya kita sering denger kata-kata " I ♡ You". Tapi dalam novel berjudul  I ♡ me karya Ron Herron dan Val J Peter, kita diajak untuk mencintai diri kita sendiri. Menerima diri kita apa adanya dan mengembangkan citra diri kita dengan hal-hal positif. Bagi kalian yang sering merasa ngga puas dengan diri kamu, mulainya merubah pikiran negatif tsb dengan kiat-kiat yang benar. Let's see! MENYUKAI DIRI SENDIRI -PART 1 Pernakah kalian melihat diri kalian di cermin ajaib, yang 'katanya' berada di taman hiburan....

Tajuk Rencana.

Ayo... ada yang bingung cara membuat tajuk rencana? Tajuk Rencana dapat diartikan sebagai artikel atau surat kabar mengenai pandangan redaksi mengenai peristiwa yang sedang dijadikan pembicaraan.  Ada contohnya nih. Semoga membantu ya! ;)  Bahasa Alay Jadi Trending Topic Meningkatnya populasi “alay-ers” di kalangan anak muda Indonesia cukup memprihatinkan. Tampaknya hal ini akan terus terjadi jika tidak ada pengendalian dari diri kita sendiri. Beberapa penyebab meningkatnya pemakaian bahasa alay, salah satunya disebabkan oleh mereka yang ingin segala sesuatunya serba ‘instan’.   ‘Instan’ dapat didefinisikan sebagai perilaku mereka yang ingin to the point untuk mengungkapkan sesuatu tanpa mementingkan bahasa yang mereka gunakan. Perlu kita sadari bahwa hal ini terjadi karena kemajuan media sosial yang seolah-olah ‘mendukung’ eksistensi bahasa alay itu sendiri, seperti penulisan status di twitter yang hanya memuat 140 karakter dan SMS yang memuat 180 kara...

Nilai dalam hidupku.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kini nilai-nilai kehidupan, termasuk nilai-nilai kristiani, menjadi patokan banyak orang untuk melakukan segala sesuatu. Nilai merupakan sesuatu yang abstrak, bukan konkret. Nilai hanya bisa dipikirkan, dipahami, dan juga dihayati. Namun, bagaimana kita memaknai nilai kehidupan tersebut? Terkadang kita sulit untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita, khususnya melalui pikiran. Jika pikiran kita bekerja pada satu arah, ia akan membawa kita kepada kemajuan dan keberhasilan. Namun, sering kali pikiran kita mengantarkan seseorang kepada sebuah kegagalan. Contohnya, pada saat saya menghadapi sebuah permasalahan sehingga prestasi saya di sekolah menurun dan orang tua memarahi saya. Terkadang, kita berpikir bahwa sikap orang tua yang memarahi kita dikarenakan mereka tidak mengasihi kita, dan pada akhirnya pikiran itu yang membuat mental kita semakin down . Seharusnya, pada saat kita menerima suatu masalah, kita harus merenungkan masalah ...

Cina Benteng- Warga Tionghoa yang Sering Terlupakan

"Jangan kata 14 hari, dikasih 10 tahun juga kaga' sanggup saya bisa punya rumah lagi kalau   digusur dari sini!" ----------**--------- Tak heran, ungkapan diatas berasal dari seorang Ibu, warga Cina Benteng yang berkediaman di Sewan, Tangerang yang kehidupannya terkenal miskin, bahkan sangat miskin. Potret kehidupan Warga Cina Benteng yang sering kali termarginalkan karena kehidupan mereka yang miskin. Seringkali, munculnya berita yang mengatakan bahwa tempat tinggal mereka akan digusur terdengar sangat mengenaskan dan memilukan. Kita akan berhadapan dengan encim-encim tua pemulung gelas Aqua yang sedang meratapi nasibnya jikalau gubuk tempat tinggalnya akan digusur. Selain hidup miskin mereka juga pernah dirampas hak sipilnya, termasuk hak budaya selama puluhan tahun, dan kini hak mereka atas tempat tinggal pun mau dirampas. Namun, tahukah anda siapa masyarakat Cina Benteng itu sebenarnya? Berbicara mengenai kehidupan warga Tangerang, kita awali dengan den...

Bahasa Kita pada Masanya.

Mendengar Bahasa Indonesia mungkin kesan pertama kali yang muncul adalah kesan baku, EYD baik dan benar, dan identitas bangsa. Lalu, bagaimana dengan bahasa gaul atau alay? Mungkin, banyak kesan yang akan keluar dari masyarakat. Jelas, penggunaan bahasa gaul bukan saja muncul di era 2000-an .   Nyatanya, Bahasa Gaul telah muncul pada era 70-an, dikenal dengan sebutan bahasa Prokem. Contohnya kata Bapak yang dipotong menjadi Bap dan disisip ok menjadi Bokap , begitu juga penyebutan orangtua perempuan Nyokap. Dari masa ke masa, Bahasa Indonesia juga mengalami   perkembangan, perbaikan ejaan misalnya, hal itu ternyata perlu dilakukan untuk penyesuaian. Sama halnya dengan bahasa gaul itu sendiri. B ahasa prokem telah mengalami pergeseran fungsi dari bahasa rahasia agar tidak semua orang tahu menjadi bahasa pergaulan anak-anak remaja. Bahasa Prokem kini masih exist di kalangan remaja era sekarang. Misalnya, penggunaan kata galau yang sama artinya dengan gamang...