Langsung ke konten utama

Postingan

Maaf. Seharusnya aku sadar, bahwa sudah sejak lama keberadaanku hanya membuat orang disekelilingku merasa menderita bahkan menyalahkan dirinya sendiri. Seharusnya aku sadar, bahwa sudah sejak lama aku harus pergi meninggalkannya. Aku akui, aku memang bukanlah wanita yang baik, meskipun aku sudah melakukan yang terbaik dari apa yang aku miliki. Bahkan, keberadaanku kini tak pernah kau nantikan lagi. Namun, kamu perlu ketahui. Sejauh apapun kamu menghindari, rasa ini tak pernah terganti, hingga aku mati. Sekali lagi, maafkan aku. - M

Aku senang berada di dekatmu.

Aku senang berada di dekatmu.   Meskipun hanya diam tanpa adanya percakapan.  Aku senang berada di dekatmu. Meskipun hanya melihat senyum yang buram di bibirmu.  Aku senang berada di dekatmu.  Meskipun hanya duduk di sebrangmu dan  sesekali melihat tatapan yang kosong dari kedua matamu. Aku senang berada di dekatmu,  meskipun barangkali aku tak butuh berkata apapun,  sebab kamu pun tak ingin mendengarkan apa-apa dariku.  Bahkan mendengarkan candaku, kamu pun selalu menolaknya.  Hingga akhirnya keberadaanku disampingmu seringkali terabaikan. Aku memang wanita yang tak pandai mengundang tawa, Tapi niatku selalu sama; Berusaha membuat orang lain bahagia karenaku.   Namun tak apa,  Pun kenyataanya tak pernah berubah, Aku (tetap) senang berada di dekatmu.  -M
Semoga kelak ia tak lagi keliru untuk menentukan siapa orang yang pantas dianggap seorang teman mana yang tidak.  Terlebih,  ia mengetahui siapa yang masih mau menolongnya disaat ia dalam kondisi terburuk sekalipun.   - M

Tak akan Berubah.

Ibuku pernah berkata, saat kamu berbuat baik pada orang orang disekelilingmu saja,  mereka bisa saja tidak menghargai kebaikanmu. Apalagi jika kamu berbuat jahat padanya? Ya,  aku tidak pernah menyangkal pernyataan tersebut.  Memang itu sangatlah nyata.  Saat aku berusaha untuk peduli dengan orang disekitarku,  terkadang orang tersebut tidak menyadarinya.  Sebab ia hanya menganggap apa yang aku lakukan hanyalah hal kecil yang tidak berarti untuknya.  Awalnya aku berpikir,  seharusnya aku berhenti menolong orang-orang seperti itu.  Hingga suatu hari niatku disangkal oleh hati nuraniku sendiri.  Aku harus tetap berbuat baik pada orang-orang disekitarku.  Ya,  sakit memang rasanya.  Saat kita mencoba untuk berbuat baik,  terkadang balasan yang diperoleh tidaklah setimpal.  Bukan,  bukan berarti kita bersikap pamrih.  Ibarat kata,  kamu telah dilukai berulang kali oleh orang lain,  tapi kamu tak p...
Aku akui bahwa dirimu memang hebat. Kamu telah melakukan seribu satu cara untuk melupakanku. Berhasil? Hanya kamu yang mengetahui itu. Aku tak akan melarangmu. Lakukanlah selagi itu dapat membuat dirimu bahagia, bukan? - M
Kau boleh saja pergi sejauh yang kamu bisa dan berpura-pura bahwa kamu tidak mencintaiku lagi. Aku tak yakin kalau hati kecilmu ikut berkata demikian. Tapi aku percaya, seseorang yang sudah ditakdirkan Tuhan kepadaku akan dikembalikan padaku. Dan Tuhan tidak akan membiarkannya menjadi milik orang lain. -M