Langsung ke konten utama

Postingan

Kau Tahu Rasanya?

Kau tahu rasanya? Ketika hati dan pikiran saling bertolak belakang, Ketika mereka saling menentang sebuah kebenaran Dalam sebuah ruang kecil, yang rentan kali membuatku Sesak nafas karenamu. Coba kau bayangkan, Hatiku sedang memikirkanmu,   namun pikiranku mengatakan “Tidak, aku tidak boleh memikirkannya.” Hatiku merasakan kehadiranmu,   namun pikiranku mengatakan, “Dia tidak ada di sampingku saat ini.” Hatiku mendengarkan suaramu, namun pikiranku mengatakan, “Itu bukan suaranya, itu hanya suara hatimu saja.” Hatiku merasakan kejenuhan, namun pikiranku mengatakan, “Kau bisa melakukan aktivitas untuk melupakannya sejenak.” Hatiku merasakan kesedihanmu, namun pikiranku mengatakan, “Tidak, aku pastikan dia baik-baik saja saat ini.” Hatiku ingin bertemu denganmu,   namun pikiranku mengatakan “Tidak. Aku tak boleh bertemu dengannya hingga hari itu tiba.” Hatiku ingin menyerah, namun pikiranku mengatakan aku harus bertahan. Jika   s...

Malaikat Dalam Rinai Hujan.

pixabay/kalhh K egelapan. Ruangan dengan ukuran 3x3 yang begitu terang dengan hiasan lampu ber-watt tinggi, seolah terasa gelap bagiku.  Sejauh mataku memandang, hanya kegelapan yang kutemukan. Aku berusaha menembusnya, namun aku tak bisa. Aku merasakan ruangan ini begitu gelap dan hampa. Kegelapan menelanku bulat-bulat hingga akhirnya terjebak di ruangan yang begitu pengap ini. Saat ini, aku hanya duduk meringkuk sambil mendengar  lantunan kalimat yang dilontarkan dari mulut Christin. Yah, seputar acara graduation kelas 12 yang akan diadakan bulan depan. Aku memeluk tubuhku dengan erat. Aku menggigit bibirku keras-keras dan menahan napas. Perlahan, sesak terasa hingga ke sela-sela jantungku. Debar jantung terasa begitu kencang. Aku benar-benar merasa takut. Ketakutan ini menerobos sukmaku, bahkan memaksaku untuk segera pergi mencarinya. “Oke guys , latihan dance hari ini cukup sampai disini. Latihan berikutnya akan dilaksanakan pada tanggal dua puluh-an, kalian ...