Langsung ke konten utama

Postingan

Tuan Pemberi Rasa

Tuan, apakah sinyal semesta hanya saya rasakan sendiri?

Tolong katakan pada hatimu

Tolong katakan pada hatimu Bolehkah aku yang bukan pemiliknya Mencintai Tuannya? Bila memang cinta ini salah, Mengapa hati ini harus terjatuh... Terlalu dalam? -M Serpong, 19 Juli 2020

Syukur.

freepik.com Ucapkan terima kasih  Atas kesulitan yang telah kakimu lewati Sebab disaat keluh mulai menghampiri Suara hati memberitahu nurani Bahwa, Ada hidup yang patut disyukuri Karna selain kamu,  Ada beragam rasa yang begitu pelik  Terpaksa mereka telan sendiri di tengah masa yang sulit ini.  -M Serpong, 18 Mei 2020.

Semesta Jarang Bertanya.

everpixel.com Katamu, Semesta jarang bertanya Bagaimana rupamu? Bagaimana kabar hatimu? Bagaimana kabar jiwamu? Bagaimana kamu melewati rintanganmu? Katamu, Semesta jarang bertanya Bagaimana perasaanmu? Bagaimana hari-hari mu? atau bahkan.. Bagaimana kamu menghadapi ujian hidupmu? Wahai kamu, Janganlah suka menerka-nerka Sebab semesta tidaklah buta Ia tak pernah mengabaikanmu Melainkan selalu memberimu tanda Dan kamu.. Selalu mengabaikannya. Katanya, bukan ia yang jarang bertanya, Melainkan dirimu, yang membiarkan dirinya berdebu, dimakan oleh waktu. -M Serpong, 28 Februari 2020.

Bertamu.

Bila benar kau ingin pulang, Ketuk pintu lah terlebih dahulu. Jangan kau sembarang masuk, Alih-alih merasa dirimu adalah tuan rumah. Datanglah untuk saling bertemu, Bukan sekadar bertamu. Sebab ada yang merasa terusik karena kedatanganmu. Entah itu rindu, atau ragu. -M Serpong,17 Februari 2020.

Layang-Layang.

tumblr/sania sanisul Mungkin kau tak akan pernah tahu Ketika gulungan ombak keraguan saling mendahului Diiringi belaian angin kerinduan  Tuk memecahkan sebuah pertanyaan di hati Mengenai perasaan yang telah dipendam sejak lama Yang kau tarik ulur hingga tak memberi rupa Mau kau apa kan hati ini? yang telah kau tarik ulur sesukamu Bak sebuah layang-layang  Hingga kau biarkan rasa ini kesana-kemari Tak tentu arah hingga kusut; tak terbentuk. Mau kau kemana kan hati ini? Kau buang? Atau kau simpan? -M Serpong, 25 Desember 2019.

Hujan.

Bagiku, Hujan adalah sepotong kisah Yang mengingatkanku pada sebuah kenangan Antara aku dan kamu dibawah rintik hujan kala itu Kehadirannya ikut menjadi saksi Pada janji yang pernah terucap di hadapan semesta Hingga tangis yang tersembunyi di antara derasnya hujan Kini,  Derasnya hujan tak membuatku mengiba pada berkas kenangan yang pernah singgah Dan hujan kali ini ada yang berbeda  Sebab,  Tak ada lagi bayangmu di balik rintiknya.  -M Serpong, 1 November 2019.