Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Kursi Kosong di Meja Nomor Tujuh.

pexels.com Meja nomor tujuh selalu rapi, bahkan sebelum restoran benar-benar buka. Aku hanya memastikan taplaknya lurus, gelas air diisi setengah, dan diletakkan berhadapan. Satu kursi sedikit ditarik ke belakang, seolah seseorang baru saja berdiri dari sana. “Kenapa selalu dua?” tanya Ryan sambil menyusun sendok di meja sebelah. Aku mengangkat bahu. “Reservasinya memang dua.” “Orangnya mana?” Aku tidak menjawab karena aku juga tidak tahu. Hampir setiap sore, telepon restoran akan berdering di waktu yang hampir sama—sekitar pukul lima lewat sedikit. Suara di ujung sana, siapa pun itu, selalu mengatakan hal yang sama. “Reservasi untuk dua orang. Meja nomor tujuh.” Kadang suaranya perempuan, lembut dan pelan. Kadang laki-laki, terdengar berat dan tegas. Pernah juga suara orang tua, seperti menahan napas di setiap kata. Tapi semuanya meminta hal yang sama. Dan tidak satu pun dari mereka datang. Awalnya aku mengira ini hanya kebetulan. Lalu kupikir mungkin ada orang iseng. Tapi Bu Retno, p...