pixabay/freephotos Mungkin duniaku belum berakhir saat itu Dikala matahari mulai sembunyi rupa Sebuah kalimat sederhana Berhasil membangunkan jiwaku yang kalang kabut "Hei!" Aku menoleh menatapmu Katamu, "Hati-hati ya!" Senyuman itu seolah memiliki arti "Doaku senantiasa menyertaimu." Aku hanya tersenyum kikuk Bingung ingin membalas apa Aku seakan tak percaya Sapaan di kala senja itu Mungkin sapaan terakhirmu Dan berhasil membuatku salah tingkah Kini, aku merindukanmu. Aku rindu mata tajammu melihatku Sambil tersenyum tentunya -M Serpong, 12 Maret 2019.
Aku ingin tahu bagaimana cara mereka mengenangku, atau sekedar mengingatku lewat sebuah tulisan.