Aku sempat bertanya kepada-Nya, Apakah setiap detik yang kulewatkan bersamamu, adalah sebuah takdir atau hanya kebetulan belaka? Canda-tawa, tangis-amarah, Bahkan gerak-gerikmu yang masih terekam nyata dalam memori ingatanku Semua itu, aku bungkus dengan rapi dalam sekotak rindu Hingga suatu hari Tuhan memberi jeda, diantara aku dan kamu. Benarkah ini nyata? Tahukah kamu, Di setiap doaku yang berakhir dengan menyebut namamu, Tuhan menemukan aku denganmu lagi. Kau datang sambil mendekapku dalam pelukanmu Begitu hangat dan menenangkan. Lalu aku menangis dalam diamku. Aku benar-benar yakin itu kamu Wangi tubuhmu, wajahmu, dan senyuman darimu. Aku masih mengingatnya dengan jelas. Aku sadar bahwa kamu hidup dalam mimpiku. Itukah kamu? Bolehkah kamu datang lagi dalam mimpiku, dan memberi pelukan sedikit lebih lama Untuk sekedar menghibur batinku,...
Aku ingin tahu bagaimana cara mereka mengenangku, atau sekedar mengingatku lewat sebuah tulisan.