Aku berharap, semua yang hilang karena sebuah "keterpaksaan" dapat Tuhan kembalikan lagi ke hidupku. Sedangkan yang hilang karena takdir Tuhan, bisa Tuhan digantikan dengan yang lebih baik. :) Sebuah kalimat sederhana namun mengandung banyak makna. Mengapa? Sejak awal aku dipertemukan olehnya, aku sudah meyakini kami bertemu bukan karena sebuah kebetulan, melainkan karena takdir. Sejak awal aku dipisahkan dengannya karena sebuah ego belaka, aku sudah meyakini aku akan kembali dipersatukan dengannya. Dan sejak awal aku mengenal dirinya, aku sudah meyakini bahwa aku ditakdirkan untuk mengetahui seluruh seluk beluk hidupnya. Aku meyakini semua itu. Dan ketika perpisahan itu kembali menguji hubungan kami, aku tetap meyakini ini adalah cara Tuhan untuk kami memperbaiki diri. Instropeksi diri lebih tepatnya. Mengevaluasi seluruh hidup kami dari awal kami berkenalan hingga akhirnya kami dipisahkan oleh waktu. Seluruh kesalahan yang kami perbuat secara sengaja maupun tidak, se...