Hari ini aku kembali melihatmu Dengan pandangan dan senyum yang sama Namun tak sebaliknya. Terasa janggal bagiku— Namun nuraniku berusaha tuk percaya Kau baik-baik saja, kawan. Kurindu senyummu yang dulu. Ingin rasanya aku melihatmu lewat matamu Agar ku tahu hal apa yang sedang kau sembunyikan Di balik sikap dinginmu Sikap acuh-tak acuh itu –seringkali menimbulkan tanya: “Apa yang sedang kau pikirkan saat ini?” Tuhan, Satu hal yang belum kau ijinkan tuk terjadi hingga saat ini Bisakah kami bertahan di tengah lautan ego ini? Serpong, 7 Maret 2016.
Aku ingin tahu bagaimana cara mereka mengenangku, atau sekedar mengingatku lewat sebuah tulisan.