pixabay/rawpixels Waktu belum menunjukkan pukul enam Tapi tubuh ku telah terlumuri oleh polusi Emisi dari kendaraanmu Asap dari knalpotmu Limbah pabrikmu Bahkan, Gedung-gedung bertingkat Yang menambah panas tubuh ku Kerinduan ku terhadap keasrian alam ku Senantiasa mengikuti bayang-bayang ku , setiap harinya. Tubuh ku , Adalah naunganmu untuk berpijak Tuk menjalani sebuah kehidupan Kawan, Bolehkah udara segar saja Yang menyambut pagi ku ? Bolehkah kalian memberi ku waktu, untuk menutup mataku sejenak Menikmati tidur panjang ku Yang sempat tertunda Oleh timbunan polusi, Yang terus saja menggerogoti lapisan tubuh ku . Serpong, 15 Maret 2019.
Aku ingin tahu bagaimana cara mereka mengenangku, atau sekedar mengingatku lewat sebuah tulisan.