pikbest.com Aku tak pernah membencimu, meski namaku tak lagi kau sebut Dalam doa-doa yang kau bisikkan Di tengah kesunyian malam Aku tak pernah membencimu, meski langkahku tak lagi kau nantikan. Rasa ini tetap hidup— diam, sederhana, meski tak pernah kau sadari. Kelak, jika kau kembali pulang, biarlah rinduku menjadi alas langkahmu Dan diamku menjelma pelukan, yang tak pernah hilang. -M Serpong, 16 Agustus 2025
Aku ingin tahu bagaimana cara mereka mengenangku, atau sekedar mengingatku lewat sebuah tulisan.