pixabay/kalhh K egelapan. Ruangan dengan ukuran 3x3 yang begitu terang dengan hiasan lampu ber-watt tinggi, seolah terasa gelap bagiku. Sejauh mataku memandang, hanya kegelapan yang kutemukan. Aku berusaha menembusnya, namun aku tak bisa. Aku merasakan ruangan ini begitu gelap dan hampa. Kegelapan menelanku bulat-bulat hingga akhirnya terjebak di ruangan yang begitu pengap ini. Saat ini, aku hanya duduk meringkuk sambil mendengar lantunan kalimat yang dilontarkan dari mulut Christin. Yah, seputar acara graduation kelas 12 yang akan diadakan bulan depan. Aku memeluk tubuhku dengan erat. Aku menggigit bibirku keras-keras dan menahan napas. Perlahan, sesak terasa hingga ke sela-sela jantungku. Debar jantung terasa begitu kencang. Aku benar-benar merasa takut. Ketakutan ini menerobos sukmaku, bahkan memaksaku untuk segera pergi mencarinya. “Oke guys , latihan dance hari ini cukup sampai disini. Latihan berikutnya akan dilaksanakan pada tanggal dua puluh-an, kalian ...
Aku ingin tahu bagaimana cara mereka mengenangku, atau sekedar mengingatku lewat sebuah tulisan.