Tidak dapat dipungkiri bahwa kini nilai-nilai kehidupan, termasuk nilai-nilai kristiani, menjadi patokan banyak orang untuk melakukan segala sesuatu. Nilai merupakan sesuatu yang abstrak, bukan konkret. Nilai hanya bisa dipikirkan, dipahami, dan juga dihayati. Namun, bagaimana kita memaknai nilai kehidupan tersebut? Terkadang kita sulit untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita, khususnya melalui pikiran. Jika pikiran kita bekerja pada satu arah, ia akan membawa kita kepada kemajuan dan keberhasilan. Namun, sering kali pikiran kita mengantarkan seseorang kepada sebuah kegagalan. Contohnya, pada saat saya menghadapi sebuah permasalahan sehingga prestasi saya di sekolah menurun dan orang tua memarahi saya. Terkadang, kita berpikir bahwa sikap orang tua yang memarahi kita dikarenakan mereka tidak mengasihi kita, dan pada akhirnya pikiran itu yang membuat mental kita semakin down . Seharusnya, pada saat kita menerima suatu masalah, kita harus merenungkan masalah ...
Aku ingin tahu bagaimana cara mereka mengenangku, atau sekedar mengingatku lewat sebuah tulisan.