Denting waktu berbunyi dua kali Dari sudut sudut ruangan yang kelam Nampaknya ia menyadarkanku dari lamunan panjang Dari mimpi indahku yang masih terjaga setiap malam Ia datang tuk memberitahu Bahwa diri- nya terus berjalan Dan diriku masih saja berdiam diri Tanpa berbuat hal yang pasti Ia berceloteh sepanjang malam Mengingatkanku untuk beranjak Dari kesedihan yang melanda sukma-ku Yang setia menggoyahkan pikiranku Ku hanya berpaku tangan — lalu bertanya : "Waktu, mengapa kau berjalan begitu cepat?" Waktu hanya menyunggingkan senyum manisnya, — lalu menjawab: "Hei Nona, kau perlu tahu. Kau hidup di empat dimensi kehidupan. Dimensi x, y, z dan diriku; sang waktu. Aku berbeda dengan mereka. Aku tidak bisa bergerak mundur atau diputar sesuka hatimu. Aku hanya bisa melangkah maju, tuk mengikutimu. " "Benarkah? Lalu apa yang harus kuperbuat selama kau mengikutiku?" "Kau perlu memperbaiki segala sesuatu sebelum seg...
Aku ingin tahu bagaimana cara mereka mengenangku, atau sekedar mengingatku lewat sebuah tulisan.