Aku berkaca pada masa laluku yang mungkin suram di kala waktu Ia menyapaku dalam sebuah mimpi dan menitiptkanku secarik resep Resep masa depan, katanya. Aku tahu masa depanku telah tiba Ia telah terbuka lebar untuk mengundangku agar aku datang mencicipinya lewat bumbu-bumbu kehidupan ; yang ikut melengkapi masa bahagiaku Kelak. Aku akan menjajahi tiap roda-roda keidupanku yang kian hari kian mewarnai langkahku Bahkan, Di kala arus kepedihan menyeret langkahku mundur, Aku akan bertarung sampai titik terakhir Sebab aku tahu, masa depan yang penuh harapan telah menungguku, datang menjemput-nya. Serpong, 22 Juli 2015 .
Aku ingin tahu bagaimana cara mereka mengenangku, atau sekedar mengingatku lewat sebuah tulisan.