Kami ibarat sepasang sandal jepit Sering kali diremehkan, bahkan dicela Oleh mereka, yang selalu memandang ke langit Namun dianggap berguna Oleh mereka, yang senantiasa memijak tanah Tenanglah, Sobat! Mereka tak akan mengerti kita Pikiran kita memang sederhana Jadilah pemberani dan bijaksana Saat kau merasa diinjak mereka; wahai manusia Janganlah marah apalagi dendam Teruslah melangkah maju ke depan Arahkan mereka ke jalan yang benar Bahkan disaat kami dibuang, Mereka akan mencari kami kembali Karena yang mereka ingat adalah kami Sepasang sandal jepit, bukan satuan. Murah atau mahal, Itu tak jadi masalah bagi mereka Karena bagiku, Si masalah akan muncul ketika aku dan kamu berpisah Tanpa kami, "Bagaimana manusia dapat berjalan?" Di tengah kerikil-kerikil kehidupan Yang sewaktu-waktu mengancam dunia mereka Aku tanpamu? Sia-sia, Sobat. Serpong, 4 Juli 2015
Aku ingin tahu bagaimana cara mereka mengenangku, atau sekedar mengingatku lewat sebuah tulisan.