Skip to main content

Dimensi Kehidupan

Denting waktu berbunyi dua kali
Dari sudut sudut ruangan yang kelam
Nampaknya ia menyadarkanku dari lamunan panjang
Dari mimpi indahku yang masih terjaga setiap malam
Ia datang tuk memberitahu
Bahwa diri-nya terus berjalan
Dan diriku masih saja berdiam diri
Tanpa berbuat hal yang pasti
Ia berceloteh sepanjang malam
Mengingatkanku untuk beranjak
Dari kesedihan yang melanda sukma-ku
Yang setia menggoyahkan pikiranku
Ku hanya berpaku tangan
lalu bertanya :
"Waktu, mengapa kau berjalan begitu cepat?"
Waktu  hanya menyunggingkan senyum manisnya,
lalu menjawab:
"Hei Nona, kau perlu tahu. Kau hidup di empat dimensi kehidupan. Dimensi x, y, z dan diriku; sang waktu. Aku berbeda dengan  mereka. Aku tidak  bisa bergerak mundur atau diputar sesuka hatimu. Aku hanya bisa melangkah maju, tuk mengikutimu. "
"Benarkah? Lalu apa yang harus kuperbuat selama kau mengikutiku?"
"Kau perlu memperbaiki segala sesuatu sebelum segalanya berujung kekacauan." 

Serpong, 5 Maret 2016.

Comments

Popular posts from this blog

Aku tak membenci Hujan.

Hujan mengingatkanku akan sebuah kenangan. Karena saat hujan turun,  ia senantiasa memberikan kenangan baru dalam memoriku. Kenangan antara aku dan seseorang yang kucintai. Terkadang hujan datang tak kenal waktu, Namun ia mengerti dan paham kapan waktunya mereda. Bahkan, Seringkali hujan sengaja menjebak kita di tempat yang sama. dan dengan pertanyaan yang sama, "Kapan hujan ini reda?" Dan aku selalu menikmati kehadirannya. Bagiku, hujan memiliki kekuatan tersendiri, untuk menghadirkan kebahagiaan di setiap insan manusia. Kau tahu mengapa aku tak membenci hujan? Sebab selalu ada senyuman yang kulihat setelah hujan reda. Senyumanmu,  gelak tawamu,  bahkan candaan yang senantiasa menghibur hati. Kau tahu mengapa aku tak menbenci hujan? Sebab selalu ada genggaman hangat di jemariku dan seolah ikut berkata,"Tenanglah, Aku ada disini." Kau tahu mengapa aku tak membenci hujan? Karena hujan pandai menyamarkan kesedihan di wajahku. Ia tak pernah t...

Lukisan Hujan - Sitta Karina

Resensi Novel   Judul Novel                  :  Lukisan Hujan   Pengarang                  :  Sitta Karina   Penerbit                      :   Terrant Books Tahun                         : 2004   Genre                        :   Novel Remaja(Romance) Tebal buku                  :   386 halaman  ISBN                        :  979-3750-00-6 ·          Sinopsis Novel...

De Buron - Maria Jaclyn

PROLOG "Kalau kamu menyayangi seseorang, kamu enggak harus bersama dia untuk menjadi bahagia.Walaupun kalian berpisah,kamu pasti akan bahagia kalau melihatnya bahagia. Kurasa caramu menjadi bahagia salah, karena kulihat sekarang kamu cuma menyakiti dirimu sendiri," kata Ditya lagi.  Judul: De Buron Penulis: Maria Jaclyn Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit: 2005 Jumlah Halaman: 248 Halaman Kategori: Novel ISBN: 979-22-1396-1 Ukuran: 20 cm x 13,5 cm Harga: Rp 26.500,00     Pernah nggak sih kalian ngerasain betapa takutnya didatangi oleh  "Buronan" ? Cemas, Takut, Khawatir pasti menghinggapi perasaan kalian. Perasaan yang serupa timbul pada diri Kimly, cewe baik dan supel, ketika sosok pria bernama Raditya datang ke kehidupannya, hingga akhirnya Ia menyadari akan suatu hal pada sosok Ditya. Novel “De Buron” merupakan salah satu novel romance berbakat karangan Maria Jaclyn,penulis novel berbakat tahun 2005. Novel ini mengangkat ...