Langsung ke konten utama

Postingan

Bosan!

Tak ingin bergerak Inginnya diam Tak ingin diam Inginnya bergerak Begitu saja hingga malam tiba Bosan. Sendi malas untuk menyapa Ia sudah terlalu jenuh, Ia butuh pelumas. Ia butuh penyegaran. Namun waktu membiarkannya saja berdiam di ruangan yang sama Tubuh ini tak sanggup jika hanya berdiam diri, Menanti waktunya bergerak kembali.  Serpong, 16 Juni 2015 .  

Kertas dan Pena

Detik itu mengantarkanku ke sebuah masa Dimana aku dipertemukan dengan sebuah pena, dan aku menjadi kertasnya. Disaat itu, aku hanyalah secarik kertas putih Yang masih bersih tanpa goresan Hingga Sang Waktu mempertemukan kami, dalam sebuah tulisan. Kami saling melengkapi, Kami saling berbagi, Canda-tawa, tangis-sedih Lewat sebuah tulisan. Kami lewatkan di bawah naungan langit—bumi Kertas itu rapuh, Mudah sobek dan dibuang. Namun hanya sebuah pena yang masih setia menemani Hanya pena yang masih setia mencari Kemana kerta itu menghilang. Tanpa pena tidak ada tulisan Tanpa kertas pena tak dapat menulis Bahkan saat kertas itu hilang, sang pena tetap setia. Karena yang ia cari hanyalah sebuah kertas. Ia hanya ingin menciptakan sebuah tulisan Sebuah kisah, yang tak dapat dihapus oleh waktu Untuk setia bukan lagi lewat ucapan Untuk setia bukan lagi lewat janji Yang kuharapkan hanyalah,   sebatas kertas dan pena Berusah...

Genap Sepuluh Hari.

Sepuluh hari sudah aku menetap. Sepuluh hari sudah aku meninggalkan. Kini, segalanya telah berubah. Kebiasaanku dulu berbeda dengan hari ini. Kenangan dulu... tetap akan menjadi kenangan. Kini, saatnya aku beranjak, dari segala angan dan harapan yang ku pendam di rumahku yang lama. Dimana aku menyimpannya. Seolah semua itu merupakan harta berharga. Kini aku harus iklas. Waktu.. Bolehkah aku meminta tolong? Bawalah seluruh kenangan itu pergi, dan tidak mengikuti langkahku lagi.  Serpong, 5 Juni 2015 .