Entah mengapa, setiap membaca kalimat ini berulang kali. Hatiku ikut merasa sakit. Bagaimana tidak, aku sulit mengekspresikan perasaanku saat ini. Aku hanya merasakan rindu. Tapi setiap kali rindu itu datang, hatiku awalnya terasa hampa kemudian perlahan berubah menjadi berat. Berulang kali aku mengusir rasa rinduku padanya. Akan tetapi, namanya selalu muncul di dalam pikiranku. Meski raganya jauh, namun jiwanya seolah mengikuti setiap hari. Aku tidak tahu apakah ia masih mengingatku, meski itu sekedar nama. Apakah ia masih memikirkanku setiap waktu? Dan apakah rasa rindu itu juga hadir dan ikut menikam hatinya? Aku harap aku mampu menyentuh hatinya, meski hanya sedetik saja.