Langsung ke konten utama

Postingan

Negara Agraris Yang Belum Merdeka

Negara Agraris Yang Belum Merdeka Oleh : Monica Puspita      Indonesia adalah negara yang kaya. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan budaya dengan memiliki ragam bahasa dan kekayaan alam yang sangat melimpah. Potensinya sungguh luar biasa, baik sumber daya alam hayati maupun non-hayati. Bahkan, Indonesia pernah disebut sebagai negara terkaya di planet bumi karena memiliki kekayaan alam yang melimpah dan memiliki potensi untuk memajukan bangsa. Sejak dulu, Indonesia telah dikenal sebagai penghasil rempah-rempah hingga mampu memikat orang-orang dari bangsa Eropa untuk datang menelusuri jalur perdagangan Indonesia. Lalu, bagaimana dengan kondisi saat ini?      Di usianya yang ke-69 tahun, Indonesia telah memperoleh kebebasan dari para penjajah sekaligus   menerima gelar ‘Merdeka’.   Kemerdekaan yang kita rasakan hingga saat ini tak luput dari perjuangan para pahlawan bangsa. Mereka telah bertempur melawan penjajah demi ...

Diam

Lebih baik aku diam Saat bibir itu   malas berucap Saat lidah itu telah keluh ditelan amarah Saat mulut itu telah terkunci rapat Untuk apa aku berbicara Jika sebuah kata tak lagi berharga Untuk apa aku menyapa Jika bagimu ‘diam’ lebih nikmat Lebih baik aku diam Walau diam tak menyelesaikan masalah Dalam diam, aku berdoa Dalam diam, aku bersuara Dalam diam, aku meminta Bolehkah aku memanggilnya?  Serpong, 16 April 2015.  

Without God, We're nothing!

And finally, we're.................................. FREE!!!!!!!! AKHIRNYA GUE BISA BEBAS CURHAT LAGI (?!!) Well, perjuangan selama 3 tahun, 6 bulan di dur dengan tryout dan modul yang bikin otak mumet, dan akhirnya ditentukan oleh 3 hari dan 6 pelajaran. GOD! Masih gak percaya, akhirnya bisa melewati semua ini dengan sukacita :') Dan gue benar-benar ngerasain berkat Tuhan selama persiapan sampai hari H menghadapi UN :') Dan saat ini, gue pengen ceritain, atau lebih jelasnya itu pengen deskripsiin perasaan gue saat menghadapi UN dari hari pertama sampai hari ketiga. Mudah-mudahan mengharukan ya.. hehe. Hari ke-1 Well, hari pertama adalah saat-saat menegangkan bagi siswa-siswi, apalagi saat disuruh ngadepin kertas ujian yang kali ini bener-bener REAL! Awalnya, gue nggak tau bahkan nggak pernah liat LJK UN SMA itu kayak gimana. Karena seinget gue, waktu gue SMP kertas ujian plus jawabannya itu bener-bener cute (?) Hm, maksudnya kecil gitu. Jadi lebih efisien. Tapi ter...

He never leave you alone! :)

#D-12 Holla! Whutz up? Akhirnya gue bisa berbagi kisah kembali. :") Anyway, nggak nyangka ya UN udah di depan mata. 12 hari lagi coy! Padahal waktu itu baru 90 hari lagi.. eh taunya sekarang udah tinggal menghitung hari. Dan gue ngerasa UN itu penentuan hidup dan mati gue (?)  Hm, bagaimana persiapan kalian? Udah berapa persen? #MrEfendistyle Kali ini, gue hanya ingin sedikit sharing tentang perasaan gue, bahkan perubahan yang gue rasakan saat gue mendengar saran dari guru gue tercinta, wali kelas, sekaligus bapak kedua gue, Pak Efendi. Kalimat yang ga akan pernah gue lupa, ketika dia bilang, Andalkan Tuhan dalam segala hal, dan mulailah segala sesuatu dengan doa. Semakin dekat hari UN, mari kita makin intim dengan Tuhan, karena doa orang benar akan dijamah oleh-Nya.  Dan apa? Awalnya, gue merasakan tekanan yang luar biasa. Nangis karena mudah nyerah. Bener-bener stuck tengah jalan. Bahkan gue sempat putus asa untuk belajar. Kayaknya, apa yang gue pelajarin susah...

Kasih yang tak berujung.

Kasih itu sabar Ia tidak pemarah, walaupun telah dinodai oleh luka. Ia tidak pedendam, walau telah disakiti. Ia tidak memberontak, walau telah di kekang dan tak diberi ruang. Karena ia dapat menghibur hati yang semu. Kasih mampu mengubah kita menjadi lebih tabah. Ia mampu melepaskan kita dari kemelekatan. Ia mampu membuat kita menjadi sadar, bahwa kasih telah menyusup setiap relung hati manusia. Kasih itu murah hati. Kasih tidak memegahkan diri, yang mengubahmu menjadi tinggi hati Ia bersifat hangat, baik, dan sederhana. Kasih itu rela berkorban, bahkan ketika pengorbananan itu tidak lagi dihargai. Kini  aku menemukan sosok yang dapat membuatku mengerti sebuah kasih. Walau, terkadang muncul rasa penyesalan disaat aku mengasihinya. Aku tak pernah tahu sampai kapan aku harus mengasihinya. Karena kasih tak memiliki ujung. Bahkan, ketika  bukan  lagi kesabaran dan kehangatan yang kutemukan dalam kasih, melainkan derita.  ...