Langsung ke konten utama

Postingan

Melupakanmu dengan cara paling tragis.

Mungkin saja, Bagimu, melupakan merupakan hal paling sederhana. Akan tetapi, bagiku, melupakan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu yang sangat lama, agar aku benar-benar bisa lupa.  Perlu cara-cara yang tidak biasa, melainkan yang luar biasa, untuk melupakannya.  Hal-hal yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya, pada siapapun. Dan perlu kekuatan lebih untuk berhasil melakukannya. Memang benar, melupakan seseorang yang amat kita cintai, seperti halnya melewati jalan berlubang. Kita perlu berhati-hati melewati lubang-lubang tersebut. Baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, Yang mampu menjatuhkan kita kapan saja, pada kenangan masa lalu. Jika suatu hari aku ditanya, "Apakah kamu telah mengikhlaskannya bersama perempuan itu?" Jawabanku tetaplah sama, "Tidak." Tidak akan pernah, sampai kapanpun itu. Sebab wanita mana yang rela diduakan hatinya oleh pria yang amat ia percaya? Bahkan jika pada akhirnya, pria itu memilih pere...

Jaga dia baik-baik.

-Pesan untuk wanita disampingnya kini- Ketika kamu telah memilih dia, merebut dia dari kehidupanku. Pastikan bahwa kamu benar-benar mencintainya. Bukan karena kamu ingin melindungi diri dari orang lain.  Bukan karena kamu hanya ingin mencari sanjungan. Jadikan dia sebagaimana adanya dia.  Jaga dia baik-baik,  dan jangan sakiti dia.  Cintai dia sedalam hatimu. Sedalam dia pernah menyakitiku,   dulu.   -M

Tidak Selamanya.

Tidak selamanya semua orang yang diam berarti hidup yang bahagia. Tidak selamanya semua orang yang diam berarti bebas dari masalah. Tidak selamanya semua orang yang diam berarti jalan hidupnya lurus.  Tidak selamanya.  -M Serpong, 5 Februari 2018.

Tidak Semua Orang Mampu Melihat Kebaikan Kita.

Hari ini aku belajar bahwa, manusia pada dasarnya terlalu sombong dengan pikiran mereka. Mereka lebih mementingkan egonya diatas segalanya, dibanding hal-hal kecil yang sebenarnya perlu ia perhatikan. Mereka menganggap diri mereka paling benar, paling membutuhkan, maka dari itu manusia berpikir dirinya butuh diperhatikan dan layak dikasihani. Mereka melakukan berbagai cara untuk membela diri mereka dan menganggap bahwa apa yang dirinya lakukan sudahlah benar dimatanya. Disatu sisi, ia tidak memikirkan nasib orang lain akibat perbuatan yang dia perbuat. Mungkin bagi dia ini hal yang biasa, tapi bagaimana dengan nasib orang lain yang benar-benar membutuhkan apa yang diposisikannya saat ini? Tidakkah hatinya tergerak?  Lalu apa yang terjadi? Manusia menjadi angkuh dan tidak menghargai orang lain disekitarnya. Bahkan bisa jadi, diri kitalah yang pada akhirnya tidak ia hargai. Keberadaan kita dianggap salah dimata orang tersebut. Meski kita tidak melakukan tindakan kejahatan apapun ...
Semakin kita tumbuh dewasa,  semakin kita menyadari bahwa hati manusia mudah sekali berubah. Bahkan pandangan manusia akan hidup yang ia jalani.   Begitu pula pandangan orang lain mengenai diri kita. Mereka yang awalnya sangat menganggap diri kita paling berharga kini berpikir bahwa mementingkan ego jauh lebih berharga.  Mereka yang awalnya sangat mencintai kita, pada akhirnya akan membenci kita.  Inilah yang kutakuti jika dua orang saling berdiam diri dalam waktu yang cukup lama dan pada akhirnya menganggap diri kita orang paling asing dimatanya.  Tapi ketahuilah,  orang bijak adalah ia yang tidak menanggapi sikap orang lain terhadapnya.  Meski dirinya akan didiamkan seumur hidup, diasingkan sekalipun, ia tetap berlapang dada untuk menerimanya. Berdoalah,  agar orang yang membencimu akan memaafkanmu suatu hari nanti. Sebab,  kamu akan menjadi orang bodoh,  jika kebencian itu kamu balas dengan hal yang serupa.   -M

Cukup Tau- Rizky Febrian

Sungguh percuma saja   Ku mencintainya tapi tak dicintai   Gerak tubuhnya seolah berkata   Tak cinta padaku dan tak suka padaku Aku pun mulai berpikir   Ku sakit hati dan mulai ku merasa Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku dekatimu lagi   Ku tak mau lagi tak mau lagi   Bersamamu kasih Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku ganggu kamu lagi   Ku tak mau lagi tak mau lagi sayang Gerak tubuhnya seolah berkata   Tak cinta padaku dan tak suka padaku   Aku pun mulai berpikir   Ku sakit hati dan mulai ku merasa Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku dekatimu lagi   Ku tak mau lagi tak mau lagi   Bersamamu kasih Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku ganggu kamu lagi   Ku tak mau lagi tak mau lagi sayang Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku dekatimu lagi   Ku tak mau lagi tak mau lagi   Bersamamu kasih Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku ganggu kamu...