Langsung ke konten utama

Postingan

Tidak Semua Orang Mampu Melihat Kebaikan Kita.

Hari ini aku belajar bahwa, manusia pada dasarnya terlalu sombong dengan pikiran mereka. Mereka lebih mementingkan egonya diatas segalanya, dibanding hal-hal kecil yang sebenarnya perlu ia perhatikan. Mereka menganggap diri mereka paling benar, paling membutuhkan, maka dari itu manusia berpikir dirinya butuh diperhatikan dan layak dikasihani. Mereka melakukan berbagai cara untuk membela diri mereka dan menganggap bahwa apa yang dirinya lakukan sudahlah benar dimatanya. Disatu sisi, ia tidak memikirkan nasib orang lain akibat perbuatan yang dia perbuat. Mungkin bagi dia ini hal yang biasa, tapi bagaimana dengan nasib orang lain yang benar-benar membutuhkan apa yang diposisikannya saat ini? Tidakkah hatinya tergerak?  Lalu apa yang terjadi? Manusia menjadi angkuh dan tidak menghargai orang lain disekitarnya. Bahkan bisa jadi, diri kitalah yang pada akhirnya tidak ia hargai. Keberadaan kita dianggap salah dimata orang tersebut. Meski kita tidak melakukan tindakan kejahatan apapun ...
Semakin kita tumbuh dewasa,  semakin kita menyadari bahwa hati manusia mudah sekali berubah. Bahkan pandangan manusia akan hidup yang ia jalani.   Begitu pula pandangan orang lain mengenai diri kita. Mereka yang awalnya sangat menganggap diri kita paling berharga kini berpikir bahwa mementingkan ego jauh lebih berharga.  Mereka yang awalnya sangat mencintai kita, pada akhirnya akan membenci kita.  Inilah yang kutakuti jika dua orang saling berdiam diri dalam waktu yang cukup lama dan pada akhirnya menganggap diri kita orang paling asing dimatanya.  Tapi ketahuilah,  orang bijak adalah ia yang tidak menanggapi sikap orang lain terhadapnya.  Meski dirinya akan didiamkan seumur hidup, diasingkan sekalipun, ia tetap berlapang dada untuk menerimanya. Berdoalah,  agar orang yang membencimu akan memaafkanmu suatu hari nanti. Sebab,  kamu akan menjadi orang bodoh,  jika kebencian itu kamu balas dengan hal yang serupa.   -M

Cukup Tau- Rizky Febrian

Sungguh percuma saja   Ku mencintainya tapi tak dicintai   Gerak tubuhnya seolah berkata   Tak cinta padaku dan tak suka padaku Aku pun mulai berpikir   Ku sakit hati dan mulai ku merasa Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku dekatimu lagi   Ku tak mau lagi tak mau lagi   Bersamamu kasih Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku ganggu kamu lagi   Ku tak mau lagi tak mau lagi sayang Gerak tubuhnya seolah berkata   Tak cinta padaku dan tak suka padaku   Aku pun mulai berpikir   Ku sakit hati dan mulai ku merasa Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku dekatimu lagi   Ku tak mau lagi tak mau lagi   Bersamamu kasih Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku ganggu kamu lagi   Ku tak mau lagi tak mau lagi sayang Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku dekatimu lagi   Ku tak mau lagi tak mau lagi   Bersamamu kasih Cukup tau tanam dalam diri   Tak usah ku ganggu kamu...

Aku;diriku, Sang Penghibur Hati.

       Setiap kali hatiku merasa kalut, hal sederhana yang dapat kulakukan adalah menghibur diriku sendiri. Mungkin kamu terheran-heran melihat caraku menghibur diri. Banyak orang memilih untuk bersenang-senang, jalan-jalan bersama temannya, atau bahkan menghabiskan uang untuk berbelanja. Memang terlihat menyenangkan sih, tapi berbeda denganku. Menurutku, disaat hati manusia sedang kalut, lebih baik ia menenangkan dirinya dan mengevaluasi diri, kira-kira apa saja penyebab hatinya menjadi kalut. Salah satu caranya dengan menulis. Meski terlihat janggal, namun menurutku cara ini sangatlah unik. Disaat aku tidak memiliki teman bicara, aku memilih mengutarakan isi hatiku melalui tulisan. Niscaya, tulisanku ini akan menjadi penguatku untuk menghadapi hari-hari yang harus aku hadapi.        Oh ya, hari ini juga hari terakhirku tidur malam. Dan lusa, aku sudah kembali menjalankan aktivitas perkuliahan di kampusku. Se...

Jangan Semena-mena.

When Other People Will not Change.

I've discovered that you can't change people. They can change themselves. - Jim Rohn . . We all want to be loved and accepted, just as we are.  We want people to honor our interests, Value our needs, and respect our choices in life.  So, why then, do we expect other people to sacrifice theirs for us? Why do we hope people will change their goals. habits, and values  to be better align with ours when they haven't given us any indication they'd be happier do it? Sometimes we think we know what's best for others, but if we're honest with ourselves,  we'll likely realize we want people change  when we simply don't feel satisfied being in a relationship with them as they are.  Relationship are all about compromise, and there's no such thing as a perfect match.  But we owe it to ourselves to recognize what's non-negotiable in relationships, so we don't end up resentfully sacrificing our needs while secretly hoping...
Because you know, he will never miss you back, even admit it.