Mereka merasa aku telah melakukan hal yang terbaik atas karyaku. Dan mereka merasa bangga padaku. Padahal mereka tak paham apa yang sedang aku alami. Ibarat sebuah besi, sudah tak lagi keras melainkan mudah patah, rusak dan berkarat.
Kosong dan tak bernyawa. Jenuh dengan dunia. Bukan. Bukan disebabkan oleh siapapun. Melainkan karena aku. Diriku, yang telah memudar jiwanya. Dan tak ada yang tahu itu.
Dan aku tidak merasa bangga pada diriku sendiri. []
Komentar
Posting Komentar