Langsung ke konten utama

Postingan

Hei kamu, yang tidak melihatku.

Jika rasa ini memang nyata, maka ajari aku, tetap melaju tapi tak terjebak waktu.  Hei Kamu, ya Kamu. Kamu yang berada disana, Sepertinya, kamu terlihat bahagia hari ini. Raut wajahmu terlihat ceria saat berbicara dengan teman-temanmu. Kamu yang berada disana, Mengapa kamu terlihat sedih? Kamu yang berada disana, Kamu usil sekali! Kamu yang berada disana, Senyummu begitu manis kepadanya Kamu yang berada disana, Mengapa kamu terdiam? Kamu yang berada disana, Mengapa kamu menangis? Ada apa denganmu hari ini? Kamu yang berada disana, Yang tidak melihatku. Aku melihatmu. Kemarin. Hari ini. Besok. Setiap hari, bahkan setiap waktu. Dan kamu, hanya melihatku dari satu sisi saja.  Kamu adalah awal yang senantiasa membuatku berpikir ; Apakah aku bisa menjamahmu, jika kamu telah berada jauh dariku? Apakah aku akan diingat olehmu, jika suatu saat nanti kita berpisah? Apakah aku bisa dirangkul olehmu, disaat nanti aku terjatuh? Apak...

Friendship never End.

Sahabat... Terdiri dari tiga suku kata dan memiliki 3 makna di dalamnya. Sa - Sadar akan kehadiran orang lain untuk hidupnya, bahkan ia dapat menerimanya dengan sukacita dan menjadikannya sebagai bagian penting  untuk hidupnya. Ha - Hadir disaat temannya membutuhkan bantuannya maupun tidak. Bat - Batinnya tak pernah goyah disaat memiliki permasalahan dengan temannya, karena dirinya yakin bahwa temannya tak akan pernah menyakitinya. Belum genap satu tahun kita dekat Namun sudah hampir satu tahun kita dipisahkan Banyak kenangan yang telah tercipta Sedih, senang, tangis, tawa Bahkan amarah Menemukan teman tidaklah sulit Akan tetapi.. Menemukan teman sejati tidaklah mudah Ia yang mampu menyimpulkan sebuah senyuman di bibirku Ia yang mampu membuatku tertawa lepas Ia yang mampu mengusap air mataku saat aku menangis Ia yang mampu meredam amarahku yang telah memuncak Sahabat.. Kau mengisi tiap ruang waktuku yang terasa kosong Hingga tercipta seb...

Bagaikan seekor burung kehilangan sangkarnya.

Kamu adalah awal sebuah perjalanan Dimana aku mampu menemukan arah dan tujuan Menuju sebuah lembah kebahagiaan Kamu adalah sebuah roda Yang menanamkan poros dalam kehidupanku Bayanganmu melintas di tiap sisi pikiranku. Dirimu hadir dalam hidupku Mengisi setiap hari-hariku yang terasa semu Menghiburku dengan aksi lucumu Yang mampu mengundang tawa banyak orang Termasuk aku. Kamu. Kedekatan kita sangatlah singkat. Berkenalan, bercerita, hingga akhirnya menjadi dekat. Menciptakan kenangan diantara kita Memang, kamu adalah orang yang usil Bahkan terkadang membuatku geram akan tingkah lakumu Namun kamu pula yang menjadi 'sangkar' Tempatku berlindung dari mereka yang menjatuhkanku Dulu, kita adalah sahabat. Kini, kita tetap sahabat. Ya, kamu adalah sahabatku. Dunia boleh menolakmu. Bahkan sesamamu juga mencemooh dirimu. Tapi percayalah, kamu tetap berada dihatiku. Aku menyayangimu. Bagimu, ini merupakan hal yang berlebihan ...

Sekali lagi, aku 'terjatuh'.

  Kamis, 17 Juli 2014.  "Jika mungkin aku bisa keluar dari ruangan penjara yang begitu menyekapku. Aku akan lakukan saat ini juga. Namun sayangnya, aku tidak bisa."  Aku tidak tahu bagaimana seseorang mampu bertahan dalam menghadapi masalah. Sebagian dari mereka mengatakan, 'Belajarlah mengampuni orang lain..' atau 'Belajarlah melepaskan masalahmu...'  Sebagian dari mereka mengatakan, 'Hidup ini dibawa santai..' 'Hidup cuma sekali..' Ya. Memang semua ungkapan mereka benar. Tidak ada yang salah dari perkataan mereka. Namun bagiku semua ini begitu sulit. Sangat sulit jika aku melakukan ini sendirian. Jika tidak ada orang yang mampu menopangku agar tetap tegak berdiri. Tidak ada yang merasa peduli dengan keadaanku, bahkan perasaanku saat ini. Tidak ada orang yang mampu memahamiku saat ini. Aku butuh jawaban. Mengapa mereka seperti ini? Aku selalu berusaha untuk memahami mereka. Tujuannya untuk menemukan jawaban. Jawaban mengapa ...

Angin, dengarkanlah aku.

 Jumat, 11 Juli 2014. Jikalau mereka mengatakan hidup di bawa mengalir. Bagiku, ini sudah mengalir terlalu jauh. Aku sampai tidak tahu kemana arahku pergi. Jikalau mereka mengatakan semua pasti ada jawaban, hingga saat ini hidupku sangat buntu dalam menemukan jawaban itu. Jikalau mereka diberi kecukupan, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik.  Bagiku,  mereka adalah orang bodoh. ** Gelap dan Suram. Aku merasakannya hari ini. Hingga detik ini.  Masalah yang kian hari berlomba mengitari hidupku, tanpa adanya 'rem' untuk mengendalikannya. Aku butuh kebebasan. Sungguh. Aku muak dengan semua ini. Mengapa selalu aku?  Aku merasa kehilangan orang-orang yang kusayangi. Kehilangan rasa peduli, kehilangan sosok pelindung, kehilangan kepercayaan, terutama kehilangan penyemangat yang mampu memberikanku dukungan untuk masa depanku. Jiwa mereka telah pergi. Terbawa oleh hembusan angin, yang hanya meninggalkan rasa dingin yang begitu 'menusuk' relung ...

Walk Away - Dilaika Septy

Judul                :  Walk Away Penulis             :  Dilaika Septy Penerbit           :  Bentang Belia ( PT. Bentang Pustaka ) Terbit               :  November 2012 ISBN               :  978-602-9397-57-4 Tempat Terbit  :  Yogyakarta Tebal Buku      : VIII + 204 hlm ; 19cm Harga              :  Rp 27.000,00 Watching you walk away, i think it's time to say goodbye, my dear...     Bagaimana perasaanmu saat seorang temanmu sama sekali nggak pernah ada dalam mood yang baik bersamamu? Selalu saja timbul amarah diantara kalian berdua, seolah-o...

Profil.

Sosok yg menarik untuk diulik kisah hidupnya. Dominikus Puken Toron lahir di Flores, 8 Juni 1961, dari pasangan Salanus dan Safiah. Beliau telah menikah dan dikaruniai 3 orang anak. Bapak Domi, merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Kini, beliau tinggal di Perum Griya Asri blok F3 nomor 2 ,Serpong-Tangerang. Lulus dari SMA PGRI Larantuka , ia mengabdikan dirinya untuk menjadi seorang guru SMP di SMP Cendana Rita Abang, sekolah nya dahulu saat ia duduk di bangku SMP. Beliau melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Filsafat Katholik (STFK) Ledalero, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Setelah lulus d ari Perguruan Tinggi, beliau mendapat kesempatan untuk mengajar selama 2 tahun di SMA PGRI Larantuka dan memperoleh masa praktek. Selain menjadi guru, beliau juga pernah bekerja sebelumnya di pabrik, percetakan dan dunia penagihan. Bapak Domi kembali menjadi seorang guru, tepatnya pada tahun 2009, mendapatkan kesempatan untuk mengajar selama 2 hari di SMA Pahoa, Gading Se...